Senin, 16 Oktober 2017

Mengabdi di Tanah Kelahiran

Begitulah yang kukatakan ketika lulus menjadi salah satu Panwascam di Kota Makassar. Pulang kampung, begitulah ceritanya.

Aktivitas setelah menyelesaikan studi S1 di salah satu Perguruan Tinggi ternama di Kota Makassar, adalah hijrah ke Mamuju, yang saat itu masih sekitar 5 tahun berpisah dengan Provinsi Sulawesi Selatan. Hingga pada akhirnya saya pun kembali ke Makassar, untuk menuntut ilmu kembali pada Perguruan Tinggi ku yang dulu. 

Universitas Hasanuddin, merupakan salah satu Perguruan Tinggi ternama di Kota Makassar, di karenakan banyaknya pelajar, maupun orang tua yang menginginkan kuliah di Unhas. Saya tidak akan membahas terkait apa yang dipunyai Unhas untuk menarik minat mahasiswa. :D

Mendekati penyelesaian studi ke-2 di Perguruan Tinggi ternama itu, saya pun hijrah lagi ke Luwu Timur, yang katanya beberapa tahun ke depan akan cerai dengan Provinsi Sulawesi Selatan. Entah tahun berapa. Sumber APBD Sulsel terancam. :D Di Kota ini (Kab. Luwu Timur) berencana untuk menetap, dikarenakan hampir mirip dengan Mamuju, mau ke Pantai, ke Sungai tidak perlu jauh-jauh. Dan keasriannya masih terjaga. Ada hal yang menarik di Luwu Timur, suhu politik tidak terlalu kencang dan berlarut-larut.

Akan tetapi, siapa yang tahu bahwa saya akan lulus menjadi Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan Mamajang. Jalan Allah SWT, mengarahkanku untuk mengabdi di Tanah Kelahiranku. Makassar.

Jumat, 26 Agustus 2016

Berdaya Hijau

Saat ini saya tergabung dengan program Berdaya Hijau yang dilaksanakan oleh SCF - (Sulawesi Community Foundation). Program ini didanai oleh MCAI yang bertujuan peningkatan pendapatan masyarakat dan pengurangan gas rumah kaca.

Sejauh yang saya ketahui MCAI adalah lembaga hibah dari Amerika yang datang ke Indonesia dengan harapan warganya mau menanam pohon dan menjaganya, karena di negaranya sangat sulit menambah luasan daerah hijau. Dan juga Indonesia dikatakan sebagai paru-paru dunia. 

Kembali pada program berdaya hijau. Program ini juga sebenarnya ingin mengajak masyarakat untuk menanam pohon, meski pohon tersebut akan ditebang juga, tapi setidaknya dengan menanam maka bertambahlah penyumbang oksigen didunia.

Program Berdaya HIjau ini dilaksanakan di Kabupaten Luwu Timur, dengan mengambil 7 kecamatan. Masing-masing kecamatan tersebut adalah Kalaena, Mangkutana, Tomoni Timur, Tomoni, Angkona, Wotu, Burau. Program ini akan membentuk 1 Kelompok Tani Hutan Rakyat di tiap-tiap Kecamatan. Untuk saat ini telah ada 3 Kelompok Tani Hutan Rakyat, yang mana sudah terdapat anggota-anggota yang mempunyai lahan kayu. Kelompok ini berada pada Kecamatan Wotu, Kecamatan Burau, dan Kecamatan Mangkutana. 

Program Berdaya Hijau saat ini masih tahap sosialisasi dan observasi. Dalam kunjungan di beberapa desa, banyak yang mengapresiasi kegiatan ini. Akan tetapi mereka pun menyampaikan bahwa program seperti ini telah ada sebelumnya, dan mereka kecewa. Adapun yang menganggap bahwa program yang akan kami laksanakan sama dengan program pemerintah, "membawa uang dan janji". Kenapa harus begitu? Mari kita cari jawaban masing-masing yang memuaskan untuk diri sendiri.

Di beberapa desa telah banyak warga yang menanam pohon di lahannya, ada yang masih bertahan adapula yang sudah ditebang diganti dengan tanaman coklat yang lagi melonjak harganya. Menanam pohon adalah investasi untuk masa depan. Seperti yang dikatakan oleh salah satu pak desa yang muda,"kalau mau pergi merantau tanam pohon di lahanmu, kalau seandainya tidak berhasil, pulang saja ke kampung, jual pohon dan menikah saja". Sepertinya sejak dulu orang sudah tahu bahwa menanam pohon itu investasi untuk masa depan. 

Saat ini yang perlu dilakukan agar bisa mengajak warga untuk menanam pohon tanpa harus menebang tanaman yang sudah ada adalah dengan menanam di sekitaran lahan perkebunan. Akankah mereka mau? Untuk saat ini telah banyak yang bersedia. Dan 1 hal yang pasti, jika harga penjualan kayu ternyata tinggi, maka warga akan menanam kayu meski tidak di ajak.

Mungkin seperti itu, ulasan kerjaan yang saya lakukan disini...
Saya anak sospol ambil kuliah lanjutan kelautan sebelumnya berkecimpung di wilayah pendidikan dan sekarang berkeliaran di wilayah kehutanan.






Senin, 02 Mei 2016

M A C E T

Semua orang pasti pernah merasakan yang namanya macet, kecuali jika orang tersebut tidak pernah keluar rumah. Akh, berarti tidak semua yah.. hahaha..

Alasan macet bermacam-macam, ada yang karena jam pulang kantor, setelah hujan, nikahan, tempat putar kendaraan, dan satu hal yang pasti "demo", demo apapun itu, pasti macet.. ehh salah lagi, klo demo masak di dalam ruangan tidak masuk dalam kategori macet, kecuali yang demo masak itu istri presiden, bisa jadi.... macet.. hahaha..

cara terbaik untuk menghindari macet adalah ...
1. singgah di pinggir jalan sambil menikmati pemandangan macet.. hahaha.. itu kalo lagi kere, begitu saja, murah dan yaaaah begitulah..
2. klo punya duit agak lebih dikit, sekitar dua puluh ribu, bisa langsung cari warkop ato kafe yang menyediakan kursi dan meja, dan yang pasti colokan, tapi klo tidak bawa charger gadget, cukup cari tempat yang nyaman, duduk dan diam kek patung, hahaha.. agar tidak terlihat mblooo banget bisa langsung seolah-olah nelp dan melapor "macet".. hahaha
3. lain halnya klo kamu punya dana yang agak berlebih, bisa langsung nyari mall ato tempat-tempat hangout yang sekiranya duitnya bisa diambur-amburin.. hahahaha, jangan lupa ajak saya yah...
akakakakak..

sekian tips ancur ini se buat, lumayan, dari macet - tidak macet dan akhirnya pas mo balik ternyata sudah macet lagi...

sedihnyaaaa... sluuurp minum air rasa kopsus dulu dah..


Kamis, 10 September 2015

Kaya karena MLM, aneh tapi nyata!!

Sampai sekarang saya masih beranggapan hanya segelintir orang saja yang bisa kaya karena MLM, dia yang mempunyai modal banyak, dan pandai menjilat.

Okeeeh, jika memang suatu hari nanti saya mempunyai banyak rejeki dikarenakan MLM, kalian boleh kok menuduhku seperti itu.. Pasrah saja, toh saya tidak punya masalah dengan kalian, kecuali jika kamu adalah downline ku..

Blog ini saya buat ketika saya terbuai dengan apapun yang ada dilaut, termasuk orang-orangnya.. Hahaha.. F***..

Oke lanjut lagi, Semesta Mendukung, jika semua mendukung, Kaya karena MLM, bisa saja terjadi..

Hahaha...

Gabung Yuks.. Atauuu baca-baca aja dulu, gak papa kok, gk ngurangin umur juga kok..

Bisnis untuk kalangan remaja

Bisnis untuk ibu-ibu

Dengan berbelanja bulanan semua tercapai

Para lelaki juga bisa dibisnis ini

Tau juga kan kalo kita bisa pensiun dengan tenang

Hubungi saya disini

Ternyata sudah pagi, yuuuks.. gabung bersama saya..
Untuk Bulan September 2015 untuk biaya pendaftaran hanya Rp.9.900,-
dan dapat Welcome Program senilai jutaan rupiah.. yuks..




Siapa bilang MLM itu bagus?

Setiap orang pasti mempunyai pengalaman dengan MLM.. Ada yang tidak? Brarti anda tidak termasuk orang kebanyakan.. don't be shy..

Multi Level Marketing, itulah kepanjangan dari MLM..

Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa kita tidak akan mendapatkan keuntungan besar jika kita tidak merekrut.. Dengan merekrut orang dan menjadikannya downline kita dan downline merekrut orang lagi, dan begitu seterusnya..

Keuntungannya dimana, yaaa ketika kita merekrut berharap orang yang kita rekrut bisa aktif, karna kita mendapatkan persenan dari mereka.. Semakin aktif mereka maka semakin besar keuntungan yang kita dapat.

Sungguh sulit bukan, banyak diantara mereka yang pupus di awal perjalanan mereka dengan hanya mendaftar dan tidak melakukan apa-apa, ada yang pupus ditengah jalan karena adanya kesibukan baru yang lebih menguntungkan menurut mereka, dan ada yang tidak pupus-pupus yaa seperti mereka yang hidup di dunia MLM, mendapatkan bonus tiap waktu..

Saya.. saya sering pupus di awal perjalanan, hanya karena ketidak enakan teman yang mengajak masuk dan yaah, ditinggal begitu saja..
Dan kali ini pun saya mendaftar lagi untuk ke-3 kalinya. Hanya saja saya melihat lain, produk sama tapi metode yang ditawarkan berbeda..

Berani Kaya, Berani Mencoba..

Mau tau apa bisnis MLM yang saya ikuti..
klik disini

Saya hanya melakukan belanja bulanan dan merekrut 2 orang tiap bulannya, slow tapi pasti..
Penasaran? klik disini

Oke deh, semoga tulisan yang tidak berhargaku ini bisa di terima dengan baik..

Sabtu, 11 Januari 2014

Konflik Nelayan Lekok di Perairan Selat Madura

Siapa yang sangka, konflik Lekok akan menjadi bahan andalanku untuk mengerjakan tugas. Dengan bahan yang sama, saya gunakan untuk menyelesaikan tugas kuliah Studi Kasus dengan 2 dosen yang berbeda, serta tugas kuliah Manajemen Konflik. Pikirku, yang penting saya menulis sesuai dengan yang mereka inginkan.. 

Konflik Nelayan Lekok di Perairan Selat Madura

Jumat, 10 Januari 2014

Full Interesting

Tulisanku mengenai beasiswa LPDP, ternyata banyak peminatnya. Sepertinya semakin banyak pemuda yang ingin kuliah hingga s2, apa karena tuntutan jaman, atau karena memang mereka sangat ingin belajar lagi. Tapi yang sangat disayangkan mereka semua kebanyakan minta contoh essay, padahal kalau mau dipikir-pikir, essay yang pernah saya buat sangat berantakan. Intinya yaa, saya harus menuliskan aspek yang diinginkan oleh penyedia beasiswa. 

Tapi dengan begitu saya tidak merasa kecewa, lebih baik mencoba dari pada tidak sama sekali. Kalau dari ceritanya 3 hari untuk selamanya, yaa orang yang gagal itu orang yang tidak pernah mencoba.

Rabu, 08 Januari 2014

Supaya Tidak Makin Dangkal (Opini Kompas 27 Desember 2013)

Tulisan ini saya tulis ulang karena menarik dan sebenarnya penasaran dengan maksud terselubungnya.. hehehe..

Apa yang salah dengan rangkaian pemilihan umum dan proses demokrasi kita? Mengapa yang mendapat mandate politik kini satu per satu terbukti berkhianat terhadap rakyat? Apakah Pemilu 2014 yang ada di depan mata cukup menjanjikan untuk suatu transformasi menuju demokrasi substansial yang terkonsolidasi bias mewujud? Apakah semua proses demokrasi ini akan berujung pada kekecewaan juga?


Gugatan ini mengemuka saat mengambil jeda atas jalannya demokrasi Indonesia, terutama sejak Reformasi 1998 mempercepat lajunya. Menjelang 2014, gugatan itu makin lantang disuarakan dengan pijakan kekecewaan yang nyata.


Pemilu relative bebas, adil dan demokratis sejak 1999. Tahun 2004, pemilu presiden langsung bahkan disusul dengan pemilu kepala daerah. Meskipun demikian, kualitas dan efektivitas pemerintahan hasil pemilu nyata-nyata mengecewakan publik.


Kini kita mendapati korupsi meluas dan menjangkau aras tertinggi di negeri ini. Kita tidak terlalu yakin kapan korupsi akan berhenti. Tertangkapnya Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena dugaan suap merupakan puncak dari kekecewaan.


Apabila mau lebih optimis, langkah tegas KPK sebenarnya menghadirkan harapan membaiknya Indonesia. Korupsi tidak akan mendapat tempat karena siapa saja bias di penjara. Namun, kondisi lain membuat kita harus realistis meletakkan harapan itu.


Berakar Panjang

Tumpukan kekecewaan ini tidak datang tiba-tiba. Melihat lebih jauh, terpetakan lima akar persoalan, yaitu warisan struktural ekonomi-politik-kultural kolonialisme; sistem otoriter yang panjang (Demokrasi Terpimpin Soekarno dan Orde Baru era Soeharto); pola transisi demokrasi tidak menjanjikan demokrasi substansial yang terkonsolidasi; reformasi institusional tambal sulam berdampak pada pilihan-pilihan politik serba ambigu; serta pendangkalan pemahaman politik yang bermuara pada absennya etika dan moralitas para aktor demokrasi dan penyelenggara negara.


Dalam perspektif teoritis Alfred Stepen (1993), transisi demokrasi setelah Orde Baru terjadi karena tekanan dan desakan kekuatan oposisi yang tidak terlembaga. Karena tidak muncul dari dalam, perubahan mendasar tidak hadir.


Ada kesepakatan memperkuat sistem demokrasi presidensial. Namun, tidak ada diskusi dan argument mengapa hal itu disepakati, kecuali stigma negative terhadap demokrasi parlementer. Tidak ada upaya serius membangun skema presidensial yang koheren dan konsisten dengan pilihan sistem perwakilan, sistem pemilu, dan sistem kepartaian.


Inkonsistensi itu tampak dalam perluasan otoritas presiden. Pada saat bersamaan, politik tidak dilihat sebagai kebebasan memproduksi kebajikan dan keutamaan bagi kehidupan kolektif. Politik menjadi sangat konkret: hanya soal kekuasaan yang terdiri atas bagaimana merebut dan kemudian mempertahankan. Tidak penting apakah kekuasaan itu bermanfaat atau justru menjadi monster penghancur kolektivitas bangsa.


Pendangkalan pemahaman yang sama berlaku atas partai politik, pemilu, dan demokrasi. Tidak heran jika para elite parpol setelah Soeharto tidak punya proposal genuine mengenai reformasi. Tidak juga memiliki visi bagaimana seharusnya bangsa ini ditata ulang untuk mewujudkan cita-cita keadilan, demokrasi, dan kesejahteraan. Akibatnya, parpol yang seharusnya menjadi tempat mengabdi, mendidik, dan mencerdaskan bangsa justru menjadi tempat mencari nafkah dalam pengertian sepenuh-penuhnya. Dalam ungkapan Bung Hatta, “Partai dijadikan tujuan dan Negara sebagai alatnya.” Pendangkalan terjadi dalam kancah politik kita.


Bola Liar

Menghadapi pendangkalan ini, apa yang bisa dilakukan? Sebelum menjawab, perlu dipetakan masalah yang nyata di depan mata dan dianggap seolah-olah tidak ada. Format pemilu presiden tidak menjanjikan presiden yang mumpuni kemampuannya dan akuntabel. Format pemilu legislatif demikian juga karena bertumpu pada popularitas, kemampuan finansial, dan hubungan nepotis Tradisi seleksi kepemimpinan belum melembaga.


Dalam kondisi ini, penataan menyeluruh diperlukan agar pilihan atas skema sistem demokrasi presidensial koheren dan konsistensi dengan pilihan sistem perwakilan, skema dan format pemilu, serta sistem kepartaian. Jika amandemen kelima konstitusi diniscayakan, perlu kesepakatan nasional agar tak menjadi “bola liar” mengarah pada tambal sulam baru hasil amandemen.


Perlu ditata skema pemilu yang mengarah pada penyelenggaraan pemilu presiden dan pemilu legislative secara simultan / serentak agar format pemilu presiden dan koalisi tidak “didikte” hasil pemilu legislatif. Pemilu presiden dan pemilu legislatif serentak menjadi “pemilu nasional” yang diselenggarakan 2,5 tahun mendahului “pemilu lokal” untuk memilih kepala daerah dan anggota DPRD.


Perubahan ini tidak bisa diharapkan semata-mata dari elite parpol. Rakyat selaku pemilik kedaulatan dan pemberi mandate politik dalam pemilu harus terus meneriakkan ketidakadilan, kebusukan, ketakpedulian, dan sikap mati rasa para elite penyelenggara negara atas nasib dan masa depan bangsa.


Kerja sama dan konsolidasi sejumlah elemen masyarakat sipil diperlukan. Perlu kerja besar pencerdasan dan penyadaran rakyat sebagai “warga negara”, buka sekedar “massa” yang mudah diprovokasi dan dimanipulasi oleh mereka yang “mengail di air politik yang keruh” untuk kepentingan mereka masing-masing.


Tanpa mengupayakan langkah-langkah ini, kancah politik kita akan semakin dangkal dan akan segera tiba saatnya karam.



Copas : Kompas 27 Desember 2013 hal. 7

Senin, 06 Januari 2014

Reuni eSDe inpres Mamajang III

SD Inpres Bertingkat Mamajang III terletak di jl. Singa, Makassar. SD tempatku pindah dari sekolah swasta yang saat itu dan mungkin sampai sekarang masih termashur se-antero jagad Makassar.. hehehe.. Maksud saya SD Athirah..
Kelas 4 saya pindah ke sekolah ini.. Seperti yang kalian tahu, pindahan dari sekolah swasta ke negeri itu tidak boleh.. ILEGAL.. maka sejak kecil saya sudah melakukan pekerjaan ilegal.. yaitu bersekolah ilegal.. hahaha

Tapi sebenarnya bukan ini yang mau saya ceritakan.. saya ingin bercerita tentang pertemuan kami setelah bertahun-tahun tak bersua.. ah tidak juga, karna sebagian dari mereka satu sekolah di SMP, SMA, bahkan se kampus.. Tapi pertemuan dengan mereka tetap saja mengasyikkan.. entah mengapa.. lucu dan kangen saja..

Siapa yang sangka, klo saya ditanya, "moko kemana?" kujawab dengan lantang, "moka ketemuan sama teman SDku" sambil tersenyum krn dahi yang bertanya akan mengernyit *nyiit..

Itulah kisahku, gimana kisahmu..

Targetku, diacara kawinan teman SD ku bulan 3 nanti akan kuajak teman SD ku yg belum terdeteksi hingga sekarang..

Smangaaaat

Kado tahun 2014

Sudah hari keenam sejak peperangan di malam itu.. Ternyata perang itu tidak hanya berlangsung disana saja.. Tapi didalam tubuh juga, ternyata terjadi perang antara virus dan sel imun di tubuhku.. Hahaha.. Yang ternyata ujung-ujungnya virusnya menang..

Maka demamlah saya setiap malam, yang berujung dengan tidur pagi dan bangunnya siang.. Aah, mahasiswa.. Tapi pekerjaan setelah bangun tidurnya, mirip pengangguran.. Nonton film.. Hdd ku sudah dikembalikan, menonton menjadi nikmat ketimbang berpikir.. Hehehe.. Alacang..

Ternyata semalam, temanku mendiagnosaku klo saya gejala Tipes.. Lalu saya disuruh untuk tes widal.. wow.. tidak untuk 3 hari ini, jadwal kuliah padat cyn..

Smoga ini biasa2 saja..
Karena ini sudah ke-3 kalinya se dapat gejala seperti ini..

Wew..

Minggu, 05 Januari 2014

Peperangan di awal tahun 2014

Tahun baru seperti hari-hari sebelumnya, diawali dengan kembang api.. Langit di wesabbe terlihat cahaya-cahaya yang berkilaun yang sebelumnya terdengar bunyi dentuman seperti suara bom meledak.. Sebelum dan sesudah jam "nol-nol" suara dentuman bom dan kilatan cahaya tak henti2nya, bak peperangan tengah berlangsung..

Kata temanku, jika kita berjalan menyisiri kota dari arah tamalanrea, maka akan terlihat asap di sepanjang jalan.. Sayangnya, saya tidak sempat melihat hal itu.. Mungkin tahun depan, insyaAllah, dengan seseorang-laaaaah.. Paling juga si Satri..

Akhirnya peperangan berakhir, dan dimenangkan oleh yang masih punya petasan.. Kami di wesabbe --> AcSI melanjutkan kegiatan dengan menonton..

Selasa, 03 Desember 2013

Beasiswa Tanoto Foundation

Setelah LPDP masuk di Unhas dan saat ini pengumuman mahasiswa yang mendapatkan beasiswa LPDP telah keluar, ada lagi beasiswa yang bernama Tanoto Foundation. Nama Tanoto diambil dari pemilik perusahaan, yang rela melepaskan niatnya untuk kuliah dikarenakan harus mencari nafkah.

Tanoto Foundation, telah lama beredar di wilayah Jawa dan bekerjasama dengan UI, Unpad, ITB, IPB, dan UGM untuk beasiswa Magister. Selain itu banyak pula di luar Indonesia untuk Magister. Tahun ini sudah terbuka Beasiswa Tanoto di Unhas.

Hanya saja, beasiswa ini terlambat masuk di Unhas jadi saya tidak bisa ikut mendaftar. Sangat disayangkan. Beasiswa ini hany diperuntukkan bagi mahasiswa s2 yang terdaftar tahun 2013. Hmm.. Well done..

Link Beasiswa Perancis

Hingga saat ini saya masih saja mencari informasi mengenai beasiswa di Perancis. Padahal seperti yang saya ketahui bahwa di Perancis bagus untuk sains, dan jika ingin bergelut dengan pengelolaan maka lebih baik di Jerman.

Tapi dari hasil penelusuran saya mengenai informasi beasiswa di Perancis, saya mendapatkan yang link yang sekiranya bisa dijadikan dasar untuk di baca baca... Remember just to read..

http://www.indonesie.campusfrance.org/id/node/7069

pada website ini berisi informasi beasiswa - beasiswa yang ada di Perancis,, bisa di bongkar bongkar dan bisa dijadikan bahan bacaan, karena isinya memang untuk dibaca.

http://emundus.wordpress.com/

pada webiste ini atau lebih tepatnya pada blog ini, kalian bisa mendapatkan informasi mengenai beasiswa erasmus mundus langsung dari pelaku.. alias orang yang pernah mendapatkan beasiswa tersebut di Perancis.

sepertinya cukup itu informasi yang tidak kaya data ini.

terima kasih

Sabtu, 02 November 2013

Sepatah Kata Setelah Mengikuti Tes Tertulis KPU

Sebagian besar yang saya tulis di hari sebelumnya, mengenai apa-apa saja yang perlu dipelajari ternyata memang seperti itu adanya..

Tes tertulis berputar di sekitar UU Pemilu, Penyelenggaraan Pemilu, Parta Politik dan mengenai keotonomian Daerah di wilayah Indonesia.

Untuk di Kota Makassar, Tes Tertulis dilaksanakan pada tanggal 2 November 2013, kemudian untuk Tes Kesehatan dilaksanakan 2 hari yaitu tanggal 4 dan 5 November 2013, dan terakhir Tes Psikologi pada tanggal 7 dan 8 November.

Dari hasil ketiga tes tersebut akan terpilih 20 orang yang beruntung. Karena untuk mencapai 20 besar, diperlukan kecakapan yang cukup tinggi dan jaringan yang kuat dalam hal menekan timsel. Hahaha.. Seperti yang disampaikan ketua Timsel pada saat menutup kegiatan Tes Tertulis bahwa "para peserta sebaiknya jangan menghubungi orang-orang yang bisa menghubungi timsel, karena bisa saja sahabat, teman, ataupun rekan yang akan datang meminta tolong, yang bisa saja pada akhirnya bisa mejadi tidak enakan.

Pesan yang sangat bermakna tentunya,

Usaha dan Doa adalah kuncinya,,

Jumat, 01 November 2013

Tes Tertulis Calon Komisioner KPU

Saya mendapatkan infromasi mengenai hal-hal apa saja yang harus dipelajari untuk menjawab pertanyaan pada saat Tes Tertulis Calon Komisioner KPU. Saya mendapatkan informasi dari teman saya yang sudah menjadi anggota KPU, berhubung beliau masih baru-baru terangkat jadi komisioner KPU ditempatnya berarti ingatannya tentang tes tertulis masih fresh laaah..

Sistem Politik dan Pemerintahan Indonesia
Sistem Kepemiluan, distrik, dan proporsional
Paket UU Pemilu: UU Parpol, UU Pileg dan UU Penyelenggara Pemilu
Tata Negara

katanya siiih, pertanyaannya sekitar-sekitar itu.

Model pertanyaan hanya berbentuk PILIHAN GANDA, MENCOCOKKAN PERNYATAAN, dan ada juga model BENAR SALAH

lumayan lah, lumayan banyak.. hahaha...
tapi kalo kita pernah kuliah Pancasila, Kewarganegaraan, PPKN yaaa pasti bisa-bisa dikitlaaaah.. 

Selamat Belajar yah teman-teman yang lagi galau karena mo ujian besok... 
Tes Tertulis Calon Komisioner KPU Makassar tgl 2 November 2013
Peserta 104 orang..

Baca juga tulisan mengenai KPU lainnya !!

Menjadi Anggota KPU ituuuu......

Baca info Beasiswa LPDP
Pengenalan beasiswa LPDP, Kementerian Keuangan
Sekilas Tes Wawancara, Beasiswa LPDP
Kelengkapan Berkas Beasiswa LPDP

Baca Juga tentang Kampung Inggris.. 
Tempat tinggal di Kampung Inggris
Tempat kursus di Kampung Inggris
Global English Course, Kampung Inggris
ASSET - Perkumpulan Anak Makassar di Kampung Pare

atau The Story of Kampung Inggris..

The first time in  Kampung Inggris
Kisah 2 minggu di Kampung Inggris
Perkumpulan Makassar di Kampung Inggris - ASSET

Kamis, 31 Oktober 2013

Menjadi Anggota KPU ituuuu.......

Berharap menjadi anggota KPU ---> banyak yang masih mengira ini PNS-nya.. hahaha aja aja wae.. Merupakan hal tersulit ketimbang menjadi anggota legislatif. Legislatif hanya bermodalkan yaaa you know laaaa, bissaaa bissaaaa.. Kalo anggota KPU, nassa susahnya, karena berbagai persyaratan untuk memasukka berkas wajib ada tidak boleh kurang, bahkan lebih.

Kemudian setelah itu ada yang namanya tes tertulis, disini tingkat pengetahuan para komisioner diuji. tanpa bantuan pihak manapun. Setelah penjaringan dari tes tulis, pemeriksaan kesehatan dll, akhirnya tiba saatnya untuk memunculkan 20 nama yang kemudian akan diseleksi melalui wawancara dan tersisa 10 orang dan menjadi 5 orang untuk menjadi anggota KPU yang terhormat.

Pada ujian tertulis diperlukan ketelitian dan juga pengetahuan dari para pendaftar. Setelah itu, bisa dikata hanya jaringan yang berbicara. Maka independensi dari para anggota KPU akan menjadi sesuatu yang tidak berguna menurutku.. menurut saya..

Maka saya dengan menggunakan kekuatan sendiri akan mencoba untuk tidak menggunakan jaringan yang ada untuk memuluskan keinginan menjadi anggota KPU yang terhormat. Jangan sampai hanya kasus kecil mengubah kata yang terhormat menjadi tidak terhormat.. Hahaha..

Semoga tes tertulis nanti saya bisa lulus.. Mmm, baru lulus berkas saja.. Amiiiiin..
Doakan saya yah..

Selasa, 10 September 2013

Permen ESDM No.1 thn 2013

Permen ESDM No.1 Tahu 2013 ttg Pengendalian Penggunaan Bahan Bakar Minyak Bersubsidi. Pada permen ini memperjelas mengenai siapa yang boleh menggunakan dan siapa yang tidak boleh menggunakan bbm bersubsidi.

Penggunaan bahan bakar subsidi diperuntukkan untuk non perintis dan non pelayaran rakyat. Semoga saja bisa terlaksana dengan baik.

Amiiin..

Pentingkah Zonasi ?

Zonasi untuk daerah yang memiliki laut sangatlah penting. Hanya saja hanya sebagian daerah saja yang mau memperhatikan wilayah pesisirnya. Padahal telah jelas disampaikan dalam UU bahwa semua daerah yang memiliki laut diwajibkan membuat rencana zonasi dengan mengacu pada RTRW. Akan tetapi masih banyak daerah yang belum membuatnya bahkan RTRW pun belum ada, atau hanya berupa draft.

Zonasi dibuat untuk memudahkan pengendalian pemanfaatan sumber daya laut agar tepat guna. Yang dimudahkan dalam hal ini adalah pemerintah dalam hal pertambangan dan masyarakat setempat yang memanfaatkan laut untuk sumber kehidupannya.

Tapi adakah pemerintah mau mengeluarkan dana banyak untuk pembuatan zonasi secepatnya? Saya rasa ....

Minggu, 28 Juli 2013

Kelengkapan Berkas Beasiswa LPDP Part. 4 (example)

Disini saya hanya akan memerkan berkas yang pernah saya kirim untuk penyeleksian berkas Beasiswa LPDP, kalian bisa download disini.

Jadi pada saat pengiriman berkas, kita akan diminta untuk mengirimkan dalam bentuk file pdf agar data-datanya tidak terpisah yang kemudian nantinya pada saat tes wawancara seluruh berkasnya yang pernah dilampirkan akan diperlihatkan langsung pada panitianya.