Sabtu, 06 Juli 2013

300 Beasiswa Pemerintah Perancis

Copas dari KOMPAS.com - 

Pemerintah Perancis, melalui Institut Francais Indonesia (IFI) menawarkan 300 beasiswa untuk tahun ajaran 2013. Kandidat yang terpilih akan mendapatkan beasiswa penuh Bourses du Gouvernement Français (BGF) atau beasiswa pemerintah Perancis untuk jenjang S-2 dan S-3.


Beasiswa ini didanai bersama dengan beberapa kementerian di Indonesia, perusahaan Perancis di Indonesia dan sejumlah yayasan swasta. BGF akan menanggung biaya kuliah di salah satu universitas negeri, biaya visa dan fasilitas jaminan sosial. Sementara itu, beasiswa dari pemerintah Indonesia mencakup biaya hidup dan tiket pesawat pp.


Untuk program S-2, studi dapat ditempuh melalui dua pilihan skema. Skema pertama yaitu setahun ditempuh di Indonesia sambil kursus bahasa Perancis lalu setahun terakhir dirampungkan di Perancis. Skema kedua menawarkan studi penuh 2 tahun di Perancis. Sementara itu, untuk program S-3, skema studi ditentukan berdasarkan subjek disertasi dan dosen pembimbingnya.

Berminat? Tentu saja kandidat yang berminat melanjutkan studi di perancis harus menunjukkan kemampuan bahasa Perancis dengan lulus tes DELF B2. Kandidat yang berminat pada bidang sains harus lulus tes DELF B1.

Namun kandidat yang terpilih tetap akan dibekali kelas intensif bahasa Perancis. Kelas akan digelar pada bulan April sampai dengan September di pusat pelatihan IFI di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya dan Medan.

Tenggat pendaftaran dan kuota beasiswa bergantung pada mitra BGF. Jadi, kejar informasinya di laman resmi Campus France atau di masing-masing laman resmi mitra BGF di antaranya:
1. DIKTI : 60 beasiswa ditujukan untuk para dosen atau calon dosen.
2. DIKNAS - Beasiswa Unggulan: 100 beasiswa untuk mahasiswa Indonesia. Daftarkan diri dengan mengirimkan berkas pendaftaran ke bagian hubungan internasional masing-masing perguruan tinggi.
3. Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas): 5 beasiswa untuk mahasiswa Indonesia yang ingin melanjutkan S-2
4. Kementerian Kelautan dan Perikanan - Program INDESO: 10 beasiswa untuk pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan.
5. Kementerian Agama 
6. Kementerian Perhubungan
7. Pemerintah Provinsi Papua: 5 beasiswa untuk mahasiswa asal Papua.
8. Total: 2 beasiswa untuk mahasiswa Indonesia.
9. GDF Suez: 1 beasiswa untuk pendidikan master di Perancis dalam kurun waktu 16 bulan.
10. Djarum Foundation.

copas http://edukasi.kompas.com/read/2013/04/24/17021199/300.Beasiswa.Pemerintah.Perancis..Siapa.Mau 6 July 2013, 23.30

Rabu, 24 April 2013

Reklamasi

Reklamasi merupakan pengalihan fungsi suatu wilayah menjadi wilayah baru.

Reklamasi yang kita ketahui hanya sebatas reklamasi daratan, yaitu menimbun suatu kawasan laut hingga membentuk sebuah daratan. Jangan berpikir ada reklamasi lautan, dengan mengubah sebuah daratan menjadi lautan, yang ada di kejadian nyata adalah abrasi, hal yang tidak sengaja dilakukan oleh alam. 

Mengapa alam boleh melakukan reklamasi dengan daratan sementara manusia tidak boleh melakukan reklamasi pada wilayah pantainya. Abrasi terjadi karena manusia juga, yang seharusnya mereka melakukan penanaman mangrove untuk proses sedimentasi atau tidak menebang pohon mangrove, yaa abrasi tidak akan terjadi, tapi hal itu bukan satu-satunya penyebab, terdapat faktor lain yakni naik permukaan laut disebabkan adanya pencairan pada es di kutub. Tapi semuanya tetap saling kait mengait satu sama lain.

Reklamasi bisa dilakukan asalkan dengan syarat tidak merusak ekosistem, berarti jika pada wilayah lautan tersebut sudah tidak terdapat biota yang bisa hidup, maka reklamasi bisa dijalankan. Selain itu akses publik terhadap kawasan tersebut harus dikedepankan. 

Seperti pada Pantai Losari di Makassar yang saat ini katanya ekosistemnya telah mati, berarti sudah bisa melakukan proses sedimentasi. Kemudian pada pantai di sepanjang jalan boulevard di Manado yang mana akses publik tidak tertutup, angkutan umum harus melewati lokasi tersebut. Tetapi ada juga yang menyalahi seperti Pantai Manakarra di Mamuju, yang terdapat spot mancing yang disebelahnya merupakan hotel berkelas dan para pemancing sering kali dilarang untuk memancing di tempat tersebut, untuk melihat sunset dibelakang hotel tersebut tidak diperkenankan jika bukan tamu hotel. Padahal jika dipikir, lokasi tempat mereka membangun merupakan lokasi publik, jadi segala sesuatunya milik publik, ups untuk akses view-nya saja.

Pembicaraan mengenai Reklamasi cukup sekian saja.. Tidak asik membahasnya jika data juga masih setengah-setengah. 

Rabu, 14 November 2012

Carrying Capacity

Laut  telah dieksplorasi secara berlebihan oleh manusia, itu menurut saya, entah menurut anda.

Di laut terdapat berbagai macam makhluk hidup yang sangat bergantung satu sama lain, bukan hanya makhluk hidup tersebut yang bergantung pada laut, akan tetapi keberadaan laut pun sangat bergantung pada biodiversity-nya. 

Sama halnya dengan kita para manusia, yang sangat bergantung pada laut. Yaa, kita bergantung pada sumber daya ikan yang begitu melimpah disana. Mulai dari ikan teri yang hanya memakan plankton-plankton hingga ikan yang terkadanga memakan manusia seperti hiu. 

Tapi dari semua bentuk keterikatan saling membutuhkan itu, secara sadar ataupun tidak sadar kita selaku manusia ikut menyumbang dalam percobaan pembunuhan para biota-biota laut itu. Mulai dari limbah kita, pembangunan, bahkan dalam bentuk penangkapan ikan pun sudah merupakan percobaan pembunuhan. 

Mengapa demikian?

Pada zaman prasejarah jumlah populasi manusia masih sedikit, sehingga limbah manusia pun masih sedikit. Saat ini populasi manusia sangat meningkat dan otomatis limbah manusia pun juga meningkat, sementara sebagaimana kita ketahui bahwa luas lautan tidak bertambah banyak seiring dengan bertambahnya populasi manusia. Jika diandaikan dulu, perbandingannya 1  manusia dengan 1jt kubik air laut, sekarang 1jt manusia dengan 1jt kubik air laut. Pengandaian yang sulit dibayangkan mungkin. Tapi begitulah yang saya pahami. 

Ups, maaf luas lautan mungkin bertambah tapi sebenarnya itu adalah dampak dari climate change, ouch... panjang ceritanya, nanti saja kita cerita banyak tentang climate change.

Limbah manusia atau lebih gaulnya adalah limbah rumah tangga pada akhirnya akan mngalir dan mengarah ke lautan. Laut yang sudah siap perangkatnya untuk menetralisir segala limbah yang kita keluarkan pada akhirnya tidak mampu menerima limbah tersebut dikarenakan belum saatnya untuk menerima limbah baru, tapi limbah tersebut datang lagi tanpa permisi. Oleh karenanya terjadilah pencemaran.

ups.. larinya ke pencemaran ji pale'
hehehe..
sekian dan terima kasih